WANITA KUAT SETEGAR KARANG
"Tak ada manusia yang mencintaimu melebihi ibu mu. Dan dia tetap rela mencintaimu meskipun bukan ia yang paling kamu sayangi."
Indramayu, 9 april 2022, bulan puasa (hujan sudah reda namun
masih mendung),
...............
Ibu ku adalah seorang yang hebat, tegar, kuat, dan sabar, ia
mampu menghidupi sendiri ke 4 anaknya, beberapa kali sakit hati pun ia adalah
sosok yang kuat, aku kagum denganya, bekerja keras tanpa lelah ia tetap
semangat, tanpa keluh kesah apapun.
Sumpah, aku bisa bercerita tentang apapun itu, asal jangan
tentang ibu, aku tak kuat menahan tangis.
Namun disini aku memperlihatkan sosok wanita tangguh di
dunia dalam hidupku.
Jika saja kuliah bukan keinginan ibu ku, aku lebih
memilih bekerja.
Suatu pagi aku mengunjungi ruangan BK di sekolah SMK ku, dan
bertemu dengan salah satu guru yang nantinya akan membantuku mengurus beberapa
syarat-syarat untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, saat itu aku masih
bimbang dan memutuskan untuk membicarakan terlebih dahulu dengan ibu titik (
yang membantuku daftar keperguruan tinggi)
Aku menceritakan semua rasa bimbangku,setelah itu ibu titik
menenangkanku dan mengatakan :
“Andai kamu tahu, ibu salut dengan ibumu yang mampu berpisah
dengan anak-anaknya dan bekerja ke luar negri, demi mencukupi kebutuhan
anak-anaknya, demi melanjutkan anak-anaknya kependidikan yang lebih baik dan
kamu tahu ? dari semalam ibumu terus menelfon ibu dan memohon agar ibu bisa
dapat mendaftarkanmu ke perguruan tinggi, ibumu juga berkata kepada ibu,
“tolong bu bantu anak saya agar bisa kuliah, berapapun bayaranya akan saya
usahakan, saya tidak mau anak saya seperti saya, saya ingin anak saya lebih tinggi
pendidikanya,jangan seperti saya” jarang loh ada yang seperti ibumu, apa kamu
ga kasihan? Apa masih tetap ingin bekerja saja? “ jelas bu titik sambil
memberikan kotak tisu kepada ku.
Saat itu air mataku tak terbendung dan menangis
sejadi-jadinya, aku mengatakan kepada bu titik dengan nada yang tak mampu
menjelaskanya “iya bu saya akan kuliah, saya gamau kerja, tolong bantu saya bu
agar bisa kuliah dengan jalur beasiswa”
Dan sampai sekarang yang selalu ku ingat dari ibu ketika ia
berpesan kepadaku.
“sing semangat ya kuliahe, mama bae ning kene semangat luruh
duit”
Ibu adalah salah satu sosok penguat diriku disaat aku jatuh
dalam kegagalan, ia yang mampu menenangkanku.
aku hanya ingin masih melihat senyum ibu dan bapak, adik2ku berada
di sampingku saat aku berhasil.
......................



Comments